Gara gara Knalpot motor Bising-Pembunuhan di Kebun Teh, Para Pelaku Terancam Hukuman Mati

Posted on
Loading...

CIANJUR, KOMPAS.com – Dua tersangka kasus pembunuhan di kebun teh Tegalega, Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yakni SA (20) dan F (20), terancam hukuman mati. Bersama seorang rekannya, A (17), mereka membunuh korban atas nama Abdullah Sobarudin alias Duduy (17), warga Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kapolres Cianjur AKBP Soliyah menyebutkan, ketiga tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 340, 339, 338, dan 365 dengan ancaman pidana seumur hidup, hukuman mati atau maksimal 20 tahun. “Namun khusus untuk tersangka A kita juga kenakan Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak karena yang bersangkutan masih di bawah umur. Ancaman hukumannya dikurangi sepertiganya,“ kata Soliyah kepada wartawan saat menggelar rekonstruksi kasus tersebut di lokasi kejadian, Rabu (19/06/2019). 

Dijelaskannya, pembunuhan di kebun teh dilakukan secara terencana karena para tersangka telah membekali diri terlebih dahulu dengan sejumlah senjata tajam sebelum datang ke lokasi untuk mengeksekusi korban. “Antara korban dengan tersangka sendiri saling kenal dan di satu lingkungan. Sehingga saat korban dibawa oleh para pelaku ke sini (TKP) tidak menaruh curiga sama sekali,” ujarnya. Adapun motif pembunuhan di kebun teh didasari rasa sakit hati atau dendam para tersangka terhadap korban. “Mereka kesal karena setiap kali korban lewat bunyi motornya bising,” ucapnya. Sementara dalam rekonstruksi yang dijaga ketat polisi bersenjata lengkap dan ditonton ratusan warga itu, sebanyak 30 adegan diperagakan para tersangka. Dengan menggunakan pisau, golok, keling dan batu, mereka menganiaya korban hingga tewas mengenaskan. Tubuh korban ditemukan seorang pencari kayu bakar, Minggu (26/05/2019) pagi atau sehari setelah korban dihabisi para tersangka. Baca juga: Rekontruksi Kasus Pembunuhan di Cianjur, Korban Sempat Kebal Dibacok Selain terdapat sejumlah luka dibagian tangan, pelipis, hidung, dan kepala, juga terdapat luka menganga di leher akibat sayatan benda tajam.

Loading...

Jajaran Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pria tanpa identitas yang belakang diketahui bernama Abdullah Sobarudin alias Duduy (17) di areal perkebunan teh Tegalega, Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/6/2019). Dalam rekonstruksi tersebut, polisi menghadirkan tiga orang tersangka, masing-masing berinisial A (17), SA (20), dan F (20). Baca juga: Dinkes Cianjur Pastikan Wabah di Cidaun bukan Cacar Monyet Para pelaku memeragakan sejumlah adegan berdasarkan perannya masing-masing, mulai dari menyusun rencana untuk menghabisi nyawa korban hingga cara mengeksekusinya. “Ada 30 adegan dalam rekonstruksi kasus ini. Diawali dengan mereka merencanakan (aksi pembunuhan) sampai eksekusi terhadap korban,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah kepada wartawan di lokasi, Rabu (19/6/22019). Soliyah menyebutkan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan termasuk untuk melihat bagaimana para pelaku menghabisi nyawa korban. “Berdasarkan hasil pemeriksaan dan kita lihat tadi di rekonstruksi, jelas bahwa para pelaku telah merencanakan untuk membunuh korban,” katanya. 

Soliyah menyebutkan, antara korban dengan ketiga pelaku saling kenal dan tinggal di satu lingkungan. “Sehingga saat korban dibawa ke sini (TKP) oleh para pelaku tidak menaruh curiga sama sekali,” ujarnya. Adapun motif para pelaku menghabisi nyawa korban, disebutkan Soliyah, karena sakit hati atau dendam. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku ini kesal karena setiap kali korban lewat bunyi motornya bising,” ucapnya. Untuk ancaman pidananya, disebutkan Soliyah, karena korban masih di bawah umur, untuk dua tersangka dewasa, SA (20) dan F (20) dijerat dengan empat pasal yakni Pasal 340, 339 338, dan 365 dengan ancaman pidana seumur hidup, hukuman mati atau maksimal 20 tahun. Baca juga: 5 Fakta Penyekapan Istri Ketua KPU Cianjur, Sempat Diseret dan Diikat di Tiang “Sedangkan untuk tersangka A yang masih di bawah umur kita kenakan Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman dikurangi sepertiganya,“ tandasnya. Sementara dalam reka ulang yang diperagakan ketiga pelaku, mereka menganiaya korban secara sadis menggunakan pisau, golok, keling dan batu. Saat ditemukan seorang warga, Minggu (26/05/2019) pagi, tubuh korban dalam kondisi mengenaskan dengan luka di leher, pelipis, dan luka menganga di leher.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *