Di Kota Ini Gadis Perawan Dijual di Pasar Untuk Dinikahi, ‘Jika Gadis Itu Tidak Perawan Mereka Memanggil Kami Pelacur’

Posted on
Loading...

Untuk mendapatkan istri biasanya berawal dari pandangan saling jatuh cinta antara pria dan wanita.

Namun, berbeda dengan komunitas Kalaydzhi di Bulgaria ini, para wanita perawan yang ingin menikah dijual oleh keluarga mereka di sebuah pasar.

Loading...

Hukum tempat ini memungkinkan orang untuk menjual dan membeli pengantin wanita dan itu semua legal.

Pasar ini mengatur komunitas Kalaydzhi dan orang-orang yang termasuk di komunitas ini adalah wanita saja.

Pembelinya adalah para pria yang mana mereka sedang mencari pasangan untuk dinikahinya.

Bagaikan pasar tradisional, orang-orang yang menjual anak perempuan mereka melakukan transaksi jual beli laiknya transaksi barang.

Mereka adalah orang-orang paling miskin di negeri tersebut. Anak perempuan berdiri secara terpisah berdampingan dengan orang tuanya.

Untuk menarik perhatian, mereka juga menari di atas mobil atau di depan para pengunjung.

Tradisi ini sudah sangat tua, berlangsung di sebuah desa kecil di Bulgaria. Mereka melakukannya di sebuah lapangan.

Dalam film dokumenter yang diterbitkan berjudul Broadly Brides for Sale, oleh Milene Larsson, Alice Stein menyaksikan satu keluarga dari dekat mereka bertemu calon suami mereka.

Masyarakat menyebut tradisi ini dianggap sangat penting bagi komunitas Kalaydzhi untuk bertahan hidup.

Uniknya, mereka wanita yang dijual di pasar ini masih perawan, sesuai dengan reputasi di komunitas mereka.

Harganya juga bermacam-macam, ada yang membayar rata-rata 290 dolar AS hingga 350 dolar AS, (Rp4-5 juta) untuk pengantin mereka, bisa juga lebih tinggi.

Bahkan jika seorang gadis sudah tidak perawan, maka keluarganya akan dipermalukan dan tawarannya akan dikurangi.

“Jika gadis itu bukan perawan ketika Anda menjualnya, mereka akan memanggil kami pelacur, pelacur dan perempuan tercela,” kata Vera dikutip dari Stillunfold.

Putrinya, Pepa, juga setuju, “Perempuan Kalaydzhi haruslah perawan ketika mereka pertama kali menikah. Ini sangat penting karena banyak uang diberikan untuk keperawanan.”

Sumber: intisari.grid.id

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *